Sebuah entri baru pembuka penghujung bulan desember. Ini kali pertama aku menulis artikel ulasan suatu produk. Hihi. Kalau agak aneh tolong dimaafkan ya.
Tumben tertarik buat artikel review, des?Ya, akhir-akhir ini aku suka banget blogwalking ke blog-blog kece yang suka ngereview sesuatu, apapun itu. Ada yang berbagi ulasan soal makanan yang mereka coba, buku yang mereka baca, kosmetik yang baru dibeli, atau tempat yang baru mereka kunjungi. Aku melihatnya kok kayaknya asik ya, ngobrolin dan berbagi pendapat tentang produk kesukaan kita ke orang banyak. Jadi aku juga mau coba dong.
Oke!
Kali ini aku bakal membahas soal varian mie Indomie terbaru yang sempat hits banget beberapa waktu kebelakang.
Loh ini kan mie udah lama des, baru bahas sekarang?
Iyaa, aku ketinggalan nih guys. Baru nyoba makan ini sekarang. Jadi ceritanya meskipun aku ini anak kos, aku jarang banget beli mie instan kayak indomie ini. Nyetok di kosan pun enggak.
Mie instan ya, catet.
Mie lain mah teteup. Seblak? bakmi? mie ayam? lanjut aja terus. Gak heran tuh perut gak pernah bisa rata LOL.
Okay, back to the topic.
Jadi ceritanya lagi mudik, dan belanja di supermarket bareng adik. Nah, si adik juga belum pernah makan mie ini, jadi dia ngajakin buat beli. Karena aku juga penasaran gimana rasanya, enak apa enggak, beneran pake daging asli atau enggak, jadi ya beli aja. Dia yang rasa ayam jamur, aku yang rendang.
![]() |
Kemasan depan |
Apalagi ditengahnya ada gambar mie yang sudah dimasak. Uh, looks so tempting!
Aku denger kata Indomie aja air liur udah terbit di ujung lidah, hihi.
![]() |
Kemasan belakang |
Eh, dengar-dengar sih munculnya mie ini dipicu karena munculnya Bakmi Mewah ya?
Jadi, si Bakmi Mewah ini merupakan produk mie instan yang menggunakan teknologi yang bisa membuat daging asli tahan disimpan di suhu ruangan. Setelah aku cari tahu sih, namanya Retort Processing. Lalu, karena produk ini baru dan menawarkan sesuatu yang beda dari produk lain --daging asli, bukan hanya perasa atau pun permainan kaldu pada bumbu-- popularitas si Bakmi Mewah pun meledak deh.
Ya, walau pun aku belum pernah coba juga sih. LOL.
Sebagai petinggi mie instan Indonesia, tentu Indofood melihat ini jadi semacam ancaman. Boom! meluncurlah si Real Meat di pasar mie instan Indonesia.
Sebagai penikmat sih, aku senang-senang saja dengan persaingan seperti ini. Kita jadi punya pilihan mie instan baru, ya kan?
![]() |
Keterangan |
450 kkal......
Sesekali des, enggak apa-apa.Hiks.
Kekecewaan pertama saat kotaknya dibuka adalah... Mienya sedikit. Serius tapi ya, dengan kemasan kotak seperti itu aku berharap mienya banyak. Kayak mie Indomie goreng jumbo itu loh.
Tapi kenyataan memang enggak selalu seperti yang kita inginkan (sobs).
![]() |
Isi kotaknya |
Lalu, reaksi kedua sewaktu membongkar isinya adalah..
Kok bungkusannya cuma dua?
Kemana daun bawang keringnya?
Kenapa ini tidak adil?
Jadi begini teman-teman, sebelum aku masak mie real meat rendang ini adik udah duluan makan mie real meat ayam jamurnya. Dan disana ada bungkusan ketiga berisi daun bawang kering, yang dimasak bareng mienya. Nah, di Real Meat varian rendang enggak ada daun bawang keringnya, jadi isinya cuma bumbu rendang daging dan mienya doang.
![]() |
Penampakan mie keritingnya |
Dari bentuk mienya sendiri, standar ya. Kayak mie keriting Indomie lainnya.
![]() |
Udah dimasak nih guys! |
Tara!! Ini adalah tampilan setelah dimasak. Mienya kenyal, seperti produk indomie lainnya. Bumbunya kental, lebih cocok kalau kita sebut pasta sih. Rasanya enak, tapi kurang spesial menurutku. Kenapa? karena mirip banget sama rasa mie goreng rendang Indomie yang udah duluan muncul. Jadi agak kurang greget.
Lalu, daging sapinya ternyata emang beneran asli. Alhamdulillah. Maklum, sempat deg-degan takut tertipu iklan. Hoho.
Ada satu kekurangannya lagi nih. Ternyata enggak full daging, dagingnya dicampur sama kacang tanah. Dan kacang tanahnya lebih banyak daripada dagingnya.
(T_T)
Entah apa maksudnya, tapi aku merasa beneran tertipu. Yaa gimana enggak, orang aku waktu masaknya jingkrak-jingkrak melihat porsi dagingnya banyak. Eh waktu nyicip ternyata kacang tanah. Huh.
Ya udah sih, lagian dengan harga 7000an mau ngeharapin daging yang banyak? Ke laut aja des, LOL.
![]() |
Banyakan kacangnya daripada dagingnya |
Walau lebih untung kalau dibelikan daging langsung di pasar sih.
Ehe. Tetep.
Sampai jumpa di entri selanjutnya!
Potongan daging Indomie Real Meat lumayan gede-gede, kalau bakmi mewah kecil-kecil:)
ReplyDeleteOh ya? Aku belum pernah coba sih. Nanti kapan-kapan mau coba juga kalau ada kesempatan :)
Delete