Dunia ini bising. Penuh dengan ocehan keributan, yang saking panjangnya orang-orang itu pun tidak tahu lagi dimana ujung-pangkalnya. Dunia ini dingin. Orang-orang begitu sibuk dengan keributannya sendiri, sehingga tidak peduli lagi apakah orang yang duduk di sebelah mereka baru saja hampir meregang nyawa atau tidak. Dunia ini gelap. Segelap masa depan yang aku pun pesimis akan ada.
Lalu tiba-tiba, dunia ini tenang. Keributan penuh kata kotor itu tidak lagi terdengar. Digantikan pujian-pujian atas karunia yang diberikan Tuhan. Dunia ini tiba-tiba menghangat, sehangat hatiku yang baru saja kau sentuh dengan kebaikanmu. Dunia ini terang, seterang lampu-lampu yang menerangi jalan menuju masa depan. Dunia ini menjadi indah, diawali dengan kemarahanmu. Diriku menjadi lebih indah, diawali dengan pemaksaanmu.
Tak perlu melanglang jauh hanya untuk mengerti arti kata pahlawan. Tak perlu berimajinasi menembus waktu untuk tahu apa itu pahlawan. Karena nyatanya, mereka ada di depan mata. Sahabatku yang mengajarkanku arti kedamaian. Sahabat yang mengajakku, memaksaku untuk terus berlomba ke arah kebaikan. Pahlawanku.
Tulisan ini disertakan dalam Sayembara Certigraf 2017 yang diadakan oleh @tamandiksi
No comments:
Post a Comment